Prabowo Tak Terima Kekayaan RI Diatur Asing, DPR Teriak: Lawan-Lawan!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keadaan miris bahwa banyak kekayaan Indonesia seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet dibawa ke luar negeri dengan harga ditentukan negara lain. Ia menuntut perubahan mendasar dalam sistem penentu harga komoditas dalam pidato pada Rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Jumat (14/8/2026). Prabowo menyatakan tidak masuk akal bila negara yang memiliki sumber daya justru menyerahkan kendali harga ke luar negeri. Dengan mendatangi Gedung Nusantara, ia mengharapkan dukungan DPR untuk mengubah kondisi tersebut. Kompaknya respons wakil rakyat, "Tidak!" diikuti sorakan "Lawan-lawan!" menunjukkan dukungan bersama dari parlemen dalam menolak kebijakan yang merugikan negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 15.16
Buka Sidang DPR Dihadiri Prabowo, Puan Tegaskan Penyusunan UU Berpihak Pada Rakyat
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 05.35
Legislator PAN Apresiasi Prabowo Teruskan MBG: Investasi untuk Tingkatkan SDM
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 15.07
Saat Bahas Bursa Mineral dan Komoditas, Prabowo: 'Emak-emak' yang Kuasai Ekonomi Kita
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
Berita terkait
IHSG Balik Menguat Saat Pidato Presiden Prabowo di DPR
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.13
Mensesneg Ungkap Nama Bursa Mineral & Komoditas RI, CPO-Nikel Bisa Masuk
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 04.00
Refleksi HUT ke-81 RI, Sahroni: Semoga Hukum Makin Ditegakkan, Tanpa Harus Viral Duluan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 16.55
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35