Eks Ketua MK Sebut Pemakzulan Gibran Sulit Terjadi, Kecuali Lewat Satu Skenario Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie menilai pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak mudah terjadi karena proses politisnya membutuhkan dukungan 2/3 di DPR dengan koalisi 80 persen, yang tidak mungkin tercapai. Secara konstitusional, jalur pemberhentian ada melalui DPR, MK, dan MPR, namun konfigurasi politik saat ini menghambat. Jimly menyebut satu skenario mungkin: inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia membantah kemungkinan itu karena Gibran adalah wakil yang dipilih Prabowo dalam Pilpres 2024, sehingga tidak masuk akal presiden akan memakzul wakilnya sendiri. Dengan demikian, pemakzulan Gibran masih mungkin secara hukum, tetapi sulit dalam realitas politik saat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 September 2026 pukul 20.30
Polemik Ijazah Gibran Bergulir di MK, Gede Pasek Singgung Sikap Kubu Prabowo
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 21.49
KPU Nilai Gugatan Ijazah Gibran Masuk Kategori Pemakzulan
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 21.28
Pengamat Sebut 3 Poin Politik dari Gugatan Syarat Pendidikan Gibran di MK
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 19.11
Peradi Bersatu Ultimatum MK Tolak Gugatan soal Dokumen Pendidikan Gibran
Berita terkait
Eks Ketua MK Sebut Pemakzulan Gibran Sulit Terjadi, Kecuali Lewat Satu Skenario
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 17.10
Langkah Denny Indrayana Layangkan Gugatan Disebut Jadi 'Pintu Masuk' Pemakzulan Gibran!
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.22
Prabowo Disebut Tidak Mau Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Pengganti Muncul
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.35
Prabowo Disebut Tidak Mau Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Pengganti Mulai Muncul
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.35