Prabowo: Tanpa NU-Muhammadiyah Tak Mungkin Saya Jadi Mandataris Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah, ia tidak akan pernah menjadi Presiden yang dianggap sebagai 'mandataris rakyat'. Ia menekankan peran besar NU sebagai institusi bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Prabowo juga mengaku selalu berupaya memperkuat dan memberdayakan NU serta Muhammadiyah jika menjadi Presiden, serta menyatakan bahwa kemajuan Indonesia menuntut kedekatan pemerintah dengan kedua organisasi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.43
Muktamar Ke-35 NU: Presiden Prabowo Tegaskan Peran Vital NU dan Muhammadiyah
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.44
Ketua Harian PSI sebut Budi Arie itu Orang yang Frustasi, Coba Pecah Hubungan Prabowo-Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 19.58
Senggol Isu Ijazah hingga Fufufafa, Denny Indrayana Sebut Nasib Gibran Dimakzulkan di DPR Tergantung Prabowo
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.35
Canda Prabowo Tiba-Tiba Minta Kartu Anggota NU ke Gus Yahya
Berita terkait
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Yahya Ingin Muktamar NU 2031 Dibuka oleh Prabowo
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.34
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Puji Lagu Syubbanul Wathon
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.21