Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gus Lilur, seorang kiai NU asal Situbondo, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan tidak ada pihak yang menggunakan nama atau fasilitas kekuasaan presiden untuk kepentingan politik pribadi dalam perebutan kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Muktamar tersebut akan dilaksanakan pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Gus Lilur menyampaikan permintaan ini setelah menerima informasi dari sumber tepercaya mengenai adanya gerakan yang diduga memengaruhi proses suksesi kepemimpinan NU dengan melibatkan sejumlah pejabat pemerintah. Dalam keterangannya, Gus Lilur menekankan bahwa NU sebagai organisasi ulama harus menjalankan proses pemilihan kepemimpinan berdasarkan keulamaan, integritas, kapasitas, dan kemampuan mengkhidmatkan organisasi, bukan kedekatan dengan penguasa. Ia juga meminta Presiden Prabowo turun tangan secara sederhana dengan memastikan tidak ada pembantunya yang menggunakan nama atau fasilitas negara untuk mencampuri urusan internal NU.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.20
Istana Bilang Bestie, Hubungan Prabowo dan Jokowi Diam-diam Disebut Sudah Pecah
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.20
Amien Rais: Kongsi Prabowo-Jokowi Sudah Pecah dan Ini Perlu Kita Syukuri
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 08.21
Kata Parpol-parpol soal Prabowo Duduk Diapit Jokowi-Gibran
Berita terkait
Gus Ipul Tegaskan Keputusan Muktamar Ke-35 NU Mengikat Peserta
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 21.12
Gus Lilur Kritik Dugaan Peredaran Uang Rp 401 Miliar di Muktamar ke-35 NU
JawaPos · 27 September 2026 pukul 22.15
Debat Muktamar
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 07.52
NU Baru: Di Antara Agama, Umat, dan Kekuasaan
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 09.42