Prabowo Ungkap Alasan Tak Pernah Lagi Joget Usai Jadi Presiden
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan tidak lagi berjoget di hadapan publik setelah menjadi presiden. Ia menjelaskan telah diminta oleh para pakar untuk tidak berjoget karena dinilai tidak pantas bagi seorang pemimpin Indonesia. "Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas, pemimpin Indonesia joget," ujar Prabowo di HUT ke-28 PAN, Jakarta, Jumat (18/9). Meski demikian, Prabowo menyatakan rakyat Indonesia memang suka joget, sehingga ia tidak sepenuhnya menolak kegiatan tersebut.
Prabowo juga menyinggung gaya berpidatonya yang tetap tanpa naskah meskipun mendapat kritik dari para pakar dan elite politik. Ia menyatakan lebih suka berbicara apa adanya karena merasa mengerti karakter rakyat Indonesia. Namun, ia mengakui banyak pakar politik dan komunikasi yang menyarankan agar berpidato berdasarkan teks.
Selain itu, Prabowo menyampaikan keprikahannya terhadap pihak-pihak yang mencoba membiayai anak-anak muda Indonesia untuk menciptakan kekacauan. Ia menuduh upaya tersebut bertujuan menghalang-halangi investasi asing ke Indonesia. Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas siapa saja yang melanggar hukum di bawah pemerintahannya, serta yakin akan dukungan rakyat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 21.35
Prabowo Sindir Pakar yang Dianggapnya Fitnah, Maafkan Asal Sadar
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 00.30
Timses Ditangkap KPK, Prabowo Tegaskan Tak Lindungi Orang Dekat
Berita terkait
Cerita Prabowo Pilih Pidato Tanpa Teks Meski Diberi Materi Bagus
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.17
Prabowo Akui Disiapkan Teks Pidato, Pilih Bicara dari Hati dan Kenang Satu Angkatan dengan SBY
VOI · 10 September 2026 pukul 09.39
Sering Disebut Blunder saar Pidato! Prabowo Guyon: Kalau Salah, Ya Minta Maaf
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 06.02
Pidato AHY Berisi Kritikan Tajam, Prabowo: Bangsa Demokrasi Harus Berterima Kasih Atas Koreksi
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 22.16