Pramono Anung Dorong Kebaya Jadi Identitas Budaya Jakarta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175380/original/036780300_1742987441-WhatsApp_Image_2025-03-26_at_17.43.47_75a174de.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong kebaya sebagai identitas budaya Jakarta. Ia menegaskan pembangunan Jakarta tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus diiringi penguatan identitas budaya. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan ruang publik strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, dan kawasan Maramis untuk menggelar pertunjukan seni dan budaya tradisional.
Pramono juga menyoroti pentingnya pelestarian kebaya lintas etnis, mulai dari kebaya Betawi, Enci, Jawa, Madura, hingga ragam kebaya dari berbagai daerah Nusantara. Ia mengingatkan bahwa kebaya telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.
Pemprov DKI Jakarta bersama Perhimpunan Kebayaku menyelenggarakan perhelatan "Kharisma Batavia Menuju Jakarta" di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Kota Jakarta pada 2027. Acara ini dihadiri Pramono, Wakil Gubernur Rano Karno, serta duta besar negara sahabat. Ketua Perhimpunan Kebayaku Nunun Daradjatun menekankan bahwa kebaya merupakan warisan budaya dinamis yang terus beradaptasi tanpa kehilangan akar identitasnya.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Anung minta layanan perizinan DKI dipangkas. Investasi Jakarta semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun dan terbesar nasional.
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 14.30
Pramono Anung Ungkap Alasan Jakarta Butuh Dana Cadangan Rp5,6 Triliun
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 14.05
Pramono: Dua Menara Baru akan Dibangun di Blok M
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.28
Pramono: Balai Kota Akan Kembali Dibuka untuk Warga Tiap Sabtu
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 13.27