Pramono Sebut Modifikasi Cuaca Jakarta Terkendala: Awannya Enggak Ada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menghasilkan hujan di Jakarta terkendala karena tidak adanya awan hujan. Ia mengaku telah beberapa kali memerintahkan BPBD untuk melakukan OMC, namun tidak dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca yang belum mendukung. "Karena enggak ada awan, enggak bisa turun," ujarnya di Balai Kota Jakarta pada Rabu (19/8).
Sebagai langkah alternatif, Pemprov DKI Jakarta tetap berupaya mengurangi dampak musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan air menggunakan peralatan dari Dinas Damkar. Pramono menegaskan bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan saat kondisi ilmiahnya memungkinkan, yakni ketika awan sudah tersedia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan bahwa lebih dari 70 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, termasuk DKI Jakarta. BMKG memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 06.05
Hujan Dadakan Guyur Jakarta, Pramono: Berkali-kali Saya Sampaikan...
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 23.07
Awan Muncul di Jakarta, Pemprov 'Undang Hujan' pada Jumat 21 Agustus 2026
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.16
Pramono Instruksikan OMC di Langit Jakarta pada 21 Agustus
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 14.32
Modifikasi Cuaca Jakarta Dilakukan Besok, Ada Potensi Awan dan Hujan Gerimis
Berita terkait
Pramono Imbau Warga Jakarta Bijak Gunakan Air di Musim Kemarau
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.45
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta pada Juli-Agustus 2026, Terbanyak di Jakbar
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 11.10
BMKG: Hujan Jakarta Masih Minim hingga Sepekan, Prediksi Kemarau sampai Oktober
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.12
Pramono setuju modifikasi cuaca dilakukan dua kali sepekan
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 21.44