Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pramono Ungkap Kendala Atasi Polusi Udara Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa polusi udari Jakarta tidak hanya berasal dari sektor transportasi, tetapi juga dari industri di wilayah aglomerasi Jakarta yang masih menggunakan bahan bakar batu bara. Salah satu contoh yang disebutkan adalah PLTU Suralaya di Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, yang menjadi sumber emisi utama. Pramono menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah untuk mengatasi masalah ini, karena sumber polusi tidak hanya terletak di wilayah administrasi DKI Jakarta.

Untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi, Pemprov DKI Jakarta telah dan akan terus melakukan berbagai kebijakan, seperti elektrifikasi transportasi publik. Saat ini, Jakarta sudah memiliki sekitar 500 bus listrik, dengan target peningkatan ke lebih dari 10.000 unit pada 2030. Selain itu, Pemprov juga merencanakan pengembangan kendaraan berbasis hidrogen dan hibrida, serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Namun, menurut Pramono, upaya-upaya ini tidak akan sepenuhnya menyelesaikan masalah polusi udara jika industri di daerah sekitar Jakarta masih diizinkan menggunakan pembangkit listrik berbasis batu bara. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan larangan penggunaan batu bara di wilayah aglomerasi Jakarta dapat dilaksanakan secara bersamaan untuk mencapai dampak yang lebih besar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait