Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prancis Selidiki Dugaan Operasi Disinformasi Rusia Sasar Gabriel Attal

Gabriel Attal, kandidat presiden Prancis dari Partai Renaissance, menjadi sasaran dua operasi disinformasi yang diduga berasal dari Rusia dalam periode dua minggu terakhir. Operasi pertama, terdeteksi pada 16 Agustus, melibatkan penyebaran 10 laporan palsu dan rekayasa halaman surat kabar palsu di media sosial yang memuat tuduhan korupsi dan informasi palsu tentang kesehatan Attal. Operasi kedua, terdeteksi pada 12 Agustus, menggunakan teknologi AI untuk menyebarkan video karikatur Attal yang diproyeksikan pada bangunan ikonik di Paris dengan pesan menghina.

Dua insiden ini menjadikan total empat kasus operasi intervensi Rusia yang menargetkan Attal. Selain Attal, tokoh lain seperti mantan Perdana Menteri Edouard Philippe dan anggota Parlemen Eropa Raphael Glucksmann juga dilaporkan menjadi target serangan serupa. Para korban telah mengambil langkah hukum, dengan pengacara Attal mengajukan pengaduan resmi tentang intervensi asing pada 7 Agustus, dan Glucksmann mengikuti langkah serupa pada 12 Agustus.

Otoritas Prancis kini sedang menyelidiki kasus-kasus ini untuk mengungkap aktor di balik operasi disinformasi yang sistematis ini. Serangan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memengaruhi opini publik sebelum pemilu presiden Prancis yang akan datang.

Berita terkait