Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Iran Minta Trump Tak Picu Kekacauan, Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah

Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak menciptakan kekacauan di tengah konflik yang sedang berlangsung. Dalam pernyataannya di Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tetap memilih dialog berdasarkan memorandum kesepahaman, namun tidak akan pernah menyerah pada tekanan atau ancaman asing. Ia menyatakan bahwa Iran tidak menginginkan perang, tetapi akan merespons tegas jika diserang, dan menegaskan bahwa persatuan bangsa Iran tidak bisa dipaksa untuk menyerah.

Pezeshkian juga menuduh Israel berupaya memecah persatuan negara-negara Muslim, sekaligus menekankan pentingnya persatuan Islam untuk menghadapi ancaman tersebut. Di dalam negeri, ia menyoroti pentingnya keberlangsungan pasokan energi—terutama gas, listrik, dan air—menuju industri sebagai "garis merah" sebelum musim dingin. Pemerintah Iran berencana mengatur konsumsi energi dengan pembatasan yang lebih dulu diterapkan pada gedung pemerintah dan fasilitas publik, bukan masyarakat umum.

Konflik ini dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas militer dan infrastruktur Iran. Teheran menanggapi dengan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan fasilitas militer AS. Pada Juni, kedua belah pihak mencapai memorandum kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan dan Qatar, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan pembebasan aset Iran. Iran menyatakan kemajuan perundingan lebih lanjut bergantung pada kepatuhan AS terhadap komitmen yang telah disepakati.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait