Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Korsel Desak Dialog dengan Korut untuk Resmi Akhiri Perang Korea

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembicaraan dengan Korea Utara untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea. Kedua Korea secara teknis masih dalam keadaan perang, karena konflik tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Lee menyampaikan usul tersebut dalam pidato peringatan 81 tahun kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang pada 15 Agustus 2026, dengan tujuan mengganti perjanjian gencatan senjata menjadi "rezim perdamaian".

Lee optimistis dialog dapat menjadi langkah untuk menghentikan kemampuan nuklir Korea Utara. Seoul juga berkomitmen membangun sistem pengamanan berlapis guna mencegah eskalasi ketegangan.

Namun, hubungan kedua Korea saat ini masih membeku. Pemimpin Korut Kim Jong-un telah abandonar kebijakan reunifikasi, melabeli Korsel sebagai negara paling bermusuhan, dan memerintahkan penguatan pertahanan di garis depan. Pyongyang menolak tawaran Lee, mengkritik rencana kapal selam bertenaga nuklir Korsel, dan mengecam latihan militer gabungan Korsel-AS. Dalam dua minggu terakhir, Korut juga peluncuran dua rudal yang jatuh ke lautan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait