Adik Kim Jong Un Tolak Seruan Denuklirisasi: Status Nuklir Korut Absolut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un, menolak tegas seruan internasional agar Korea Utara melakukan denuklirisasi. Dalam pernyataan yang dikeluarkan KCNA saat Sidang Umum IAEA ke-70 di Wina, ia menegaskan bahwa status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir bersifat absolut dan tidak dapat dibatalkan. Ia menyebut seruan denuklirisasi yang dilakukan oleh IAEA dan negara-negara Barat sebagai sekadar 'kebisingan' yang tidak akan memengaruhi kebijakan nuklir Pyongyang.
IAEA dalam sidangnya menyoroti peningkatan kapasitas pengayaan uranium Korea Utara dan perluasan fasilitas nuklir. Laporan keamanan nuklir yang dirilis juga memperlihatkan perkembangan signifikan dalam program senjata nuklir Korut. IAEA menuntut agar Pyongyang meninggalkan program nuklir secara lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan sesuai Traktat NPT.
Kim Yo-jong menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat mengubah kebijakan nuklir Korea Utara. Ia menyatakan bahwa perubahan dalam kekuatan dan posisi DPRK sudah menjadi tetap dan tidak dapat dicabut kembali di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.56
Korea Utara Tolak Seruan Denuklirisasi IAEA, Kim Yo-jong: Status Nuklir Permanen
Detik.com · 17 September 2026 pukul 09.15
Adik Kim Jong Un Tolak Denuklirisasi: Senjata Nuklir Korut Mutlak
Detik.com · 17 September 2026 pukul 15.09
Adik Kim Jong Un: Cuma Orang Bodoh yang Mengira Korut Lucuti Nuklir
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.00
Adik Kim Jong Un Blak-blakan Bicara Nuklir, Tantang Dunia-Sebut Bodoh
Berita terkait
Adik Kim Jong-un Kecam IAEA karena Serukan Korut Denuklirisasi: 'Omong Kosong dan Berisik'!
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 11.06
Perbanyak Senjata Nuklir Korut, Kim Jong-un Membangun Fasilitas Uranium Baru
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 13.43
Berambisi Jadi Negara Nuklir, Korut Gelar Latihan Serangan Daya Tembak Rudal Balistik
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 15.33
Bukan Iran, Tetangga RI Terang-terangan Buat Pengayaan Uraniun Baru
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.20