Prinsip Less but More dalam Pembelajaran Mendalam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan pentingnya menerapkan prinsip 'less but more' dalam pembelajaran mendalam (deep learning). Menurutnya, pembelajaran tidak harus fokus pada banyaknya materi yang diajarkan, tetapi lebih pada kedalaman pemahaman setiap topik. Dengan pendekatan ini, guru dapat mengaitkan antar-materi bahkan antar-mata pelajaran, sehingga menciptakan pembelajaran lintas disiplin ilmu (interdisciplinary learning). Prinsip ini juga mendorong guru untuk melibatkan murid secara penuh, memaknai pengalaman belajar, dan menghindari pembelajaran permukaan (surface learning) yang hanya mengandalkan hafalan.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa paradigma pembelajaran lama yang menekankan pada penyelesaian materi sesuai kurikulum perlu diganti dengan pendekatan yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Pembelajaran mendalam bertujuan aga guru dapat mengubah cara berpikir dan perilaku anak, serta memastikan murid belajar dengan penuh kesadaran (mindful learning), rasa ingin tahu (curiosity), dan rasa ingin tahu (meaningful learning). Selain itu, proses belajar mengajar harus dilakukan dengan menggembirakan (joyful learning), di mana guru memuliakan anak-anak agar merasa aman dan nyaman.
Dalam implementasinya, guru perlu melakukan refleksi di akhir setiap pembelajaran untuk membandingkan pola pembelajaran lama dengan model pembelajaran mendalam. Refleksi ini menjadi bagian penting dari tiga siklus utama proses belajar mengajar, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Guru juga diharapkan menjadi model teladuh bagi murid, agen perubahan, dan penentu kesuksesan hidup murid. Karena peran guru sangat penting, pemerintah menempatkan program peningkatan mutu dan kesejahteraan guru sebagai prioritas, dengan keyakinan bahwa dengan guru hebat, Indonesia kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 18.38
770 Pendidik Ikuti MNAE 2026, 20 Guru dan Kepala Sekolah Raih Penghargaan
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 04.28
Guru PNS, PPPK, dan P3K Paruh Waktu Mengajar Hingga 38 Jam per Minggu, Berat nih
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 17.52
10 Murid SDN di Medan Diduga Dipukul Guru karena Tak Kerjakan PR
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 14.00
770 Pendidik Buktikan Inovasi Guru Tak Berhenti di Ruang Kelas
Berita terkait
Menjelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Guru Banyak Belajar
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 23.00
3 Aspek Utama Pengalihan Guru PPPK jadi ASN Pusat, Harus Diawasi ya
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
Alih Status Jutaan Guru PPPK dan P3K Paruh Waktu Harus Adil & Transparan, Senayan Siap Mengawal
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 05.38
Pemkot Bandung: Kehadiran SDH Global Perkuat Ekosistem Pendidikan Berkualitas
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 22.27