Produksi Batubara Dipangkas 190 Juta Ton, Efisiensi Tambang Kini Ditentukan di Ruang Mesin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sektor pertambangan Indonesia mengalami kontraksi PDB sebesar 1,64% pada Kuartal II 2026, melanjutkan tren negatif dari kuartal sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh pemangkasan target produksi batubara nasional tahun 2026 menjadi 600 juta ton, turun 190 juta ton atau sekitar 24% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Langkah ini diambil pemerintah melalui revisi RKAB untuk menjaga stabilitas harga dan cadangan energi.
Di sisi operasional, implementasi mandatori B50 meningkatkan konsumsi bahan bakar alat berat sebesar 3,12% dibandingkan B40. Kondisi produksi yang menurun disertai kenaikan biaya operasional mendorong perusahaan tambang fokus pada efisiensi perawatan preventif dan pelumasan mesin. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Mining Indonesia 2026 untuk menekan beban biaya produksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 11 September 2026 pukul 18.31
Optimalisasi Alat Berat Menjadi Kunci Produktivitas Industri Tambang
Berita terkait
Keruk Nikel 13 Juta Ton Hasilkan PNBP Rp21 Triliun
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.54
Energy Insights Forum Soroti Pertambangan Indonesia ke Depan, Dorong Efisiensi dan Adopsi Teknologi
JawaPos · 10 September 2026 pukul 16.45
Astra Prediksi Bisnis Tambang Bisa Membaik pada Semester II 2026
kumparan · 10 September 2026 pukul 15.28
Baru RI yang Bisa, Eropa Sampai Jepang Kepincut Mau Belajar
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.35