Astra Prediksi Bisnis Tambang Bisa Membaik pada Semester II 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksi perbaikan bisnis mining solution and heavy equipment pada semester II 2026. Optimisme ini didorong oleh beroperasinya kembali tambang emas Martabe sejak Mei 2026 serta peningkatan potensi produksi batu bara menyusul revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Kinerja otomotif dan jasa keuangan dilaporkan tetap resilien sepanjang semester I 2026, sehingga mampu mengimbangi pelemahan di sektor pertambangan. Secara keseluruhan, prospek bisnis Astra hingga akhir tahun dinilai positif meski menghadapi tantangan global dan domestik.
Untuk mendukung operasional, Astra mengalokasikan capex sebesar Rp36 triliun sepanjang 2026, terdiri dari Rp15 triliun untuk pemeliharaan dan Rp20 triliun untuk investasi. Hingga semester I 2026, realisasi capex mencapai Rp16,9 triliun, termasuk akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh United Tractors.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 10 September 2026 pukul 16.45
Energy Insights Forum Soroti Pertambangan Indonesia ke Depan, Dorong Efisiensi dan Adopsi Teknologi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 13.36
Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar
Berita terkait
Emiten Milik Prajogo (CUAN) Siap Jadi Pengendali Baru SINI
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 14.41
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus US$3,7 Miliar, tapi Impor Tumbuh Lebih Kencang
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 12.57
Hilirisasi Tambang jadi Penopang Ketahanan Indonesia, dari Pertahanan hingga Energi
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.23
Babak Baru Peta Jalan Industri Pertambangan Indonesia
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 14.25