Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Keruk Nikel 13 Juta Ton Hasilkan PNBP Rp21 Triliun

Kementerian ESDM mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari komoditas nikel mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, naik signifikan dari Rp10 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini terjadi meskipun produksi bijih nikel menurun dari 320,37 juta ton pada 2025 menjadi 173,79 juta ton per 1 September 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan pertambangan kini lebih berorientasi pada nilai ekonomi daripada sekadar volume produksi.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah mineral melalui pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Beberapa langkah nyata meliputi pengembangan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di Obi untuk bahan baku baterai, produksi sel baterai HLI Green Power di Karawang, serta ekosistem terintegrasi ANTAM-IBC-CBL. Kebijakan larangan ekspor bijih nikel sejak 2020 menjadi fondasi utama dalam memperkuat rantai nilai industri material dan manufaktur nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait