Produksi Harian Minyak RI Turun ke Bawah 600.000 Barel, Kenapa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Produksi minyak harian Indonesia dari Januari hingga Juli 2026 mencapai 578.156 barel per hari (bph), atau sekitar 95% dari target APBN 2026 senilai 610.000 bph. Penurunan produksi didasari tiga faktor utama: (1) kebocoran dan kebakaran pipa PT TGI di Area KP 222 dan KP 294 pada Januari 2026 yang mengganggu pasokan gas untuk produksi di Blok Rokan, (2) gangguan sistem kelistrikan pada pembangkit listrik MCTN di WK Rokan, termasuk satu unit yang masih belum kembali normal, dan (3) kendala operasional serta penurunan alami produksi di WK Cepu yang mengalami natural decline yang ekstrem. Produksi gas bumi rata-rata 6,544 MMSCFD, juga di bawah target APBN 6.837 MMSCFD. Dibandingkan 2025 (606.100 bph minyak, 6,753 MMSCFD gas), produksi 2026 mengalami penurunan. Blok Rokan hanya mencapai 81,5% target (133.581 bph dari 163.859 bph), sementara Blok Cepu mencapai 83,7% target (124.266 bph dari 148.500 bph).
Bagikan
Berita terkait
Produksi MInyak 2 Sumur Raksasa RI Ini Turun Ekstrem, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 13.21
PHE ONWJ Gaungkan Target 1 Juta Barel dan Kedaulatan Energi Indonesia
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 17.26
Rupiah Kembali Tertekan, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.20
Prabowo Targetkan Lifting 610 Ribu Barel per Hari, 3 Strategi Kementerian ESDM Dianggap Tepat
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45