Rupiah Kembali Tertekan, Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Jadi Pemicu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp17.862 per dolar AS pada 18 Agustus 2026, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak Brent naik 2,4 persen ke US$90,60/barel dan WTI naik 2,2 persen ke US$84,20/barel setelah Presiden AS Donald Trump menolak memperpanjang perjanjian kerangka kerja dengan Iran. Konflik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pengiriman energi global. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN (US$70/barel) dapat memicu defisit fiskal Indonesia. Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2026 diperkirakan tidak menghasilkan kenaikan suku bunga acuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.31
Rupiah Selasa ditutup melemah ke Rp17.862 imbas kenaikan harga minyak
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.59
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 10.33
Analis: Rupiah berpeluang menguat, dolar AS tertekan buyback obligasi
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$ 108, Airlangga Optimistis Target Ekonomi Tak Berubah
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.00
Rupiah Melemah Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS, BI: Dipengaruhi Kekhawatiran Tekanan Inflasi Global
JawaPos · 29 September 2026 pukul 16.00
DPR Minta Pemerintah dan BI Kendalikan Rupiah!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.38
Rupiah Terjepit, Yield AS 5,11% hingga Minyak Tembus US $100
Detik.com · 24 September 2026 pukul 11.55