Prabowo Targetkan Lifting 610 Ribu Barel per Hari, 3 Strategi Kementerian ESDM Dianggap Tepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target lifting minyak 610.000 barel per hari pada APBN 2027, yang difungsikan sebagai baseline pertahanan untuk menjaga daya tawar Indonesia di pasar global yang volatil. Pakar kebijakan publik Unpad, Bonti Wiradinata, menilai tiga strategi Kementerian ESDM di bawah Menteri Bahlil Lahadalia sudah tepat sasaran: percepatan eksplorasi greenfield, optimalisasi lapangan eksisting dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), dan perbaikan iklim investasi.
Kombinasi ketiga strategi ini mengadopsi pendekatan tritunggal: intervensi jangka pendek (optimalisasi lapangan tua yang mengalami penurunan alami), jangka panjang (eksplorasi wilayah baru untuk keberlanjutan cadangan), serta penyediaan fasilitas fiskal. Mayoritas lapangan minyak Indonesia berusia tua, sehingga EOR menjadi solusi menengah. Eksplorasi baru diperlukan untuk menambah cadangan. Perbaikan iklim investasi — melalui insentif fiskal, fleksibilitas kontrak, dan pemangkasan perizinan — krusial karena eksplorasi hulu migas butuh modal besar dan berisiko tinggi.
Bonti menegaskan penerimaan negara dari sektor migas dapat menopang stabilitas makroekonomi serta mendanai infrastruktur energi terbarukan, asalkan dikelola dengan baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.20
Pertamina Hulu Rokan Tambah Pasokan Minyak 2.128 BOPD dari Sumur MESO 22
Berita terkait
Video: Bikin Invesor EBT Masuk RI, MPR Mau Aturan Rumit Dipangkas
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 19.31
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51
Jelang pidato kenegaraan, Anggota DPR ungkap kunci pertumbuhan 8 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 09.57
Harga Minyak Dunia Jatuh 2% Lebih, Ini Penyebabnya
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 08.34