Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton, Jadi Lumbung Pangan Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Produksi jagung Jawa Tengah pada 2025 mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 2,68 juta ton, menyumbang 17,02 persen dari total produksi nasional. Hasil ini menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen jagung terbesar kedua di Indonesia dan memperkuat statusnya sebagai lumbung pangan nasional. Capaian produksi mencapai 72 persen dari target 3,7 juta ton, didukung oleh upaya rehabilitasi jaringan irigasi tersier melalui lebih dari 300 paket penanganan di seluruh provinsi. Faktor kunci meliputi penjagaan lahan pertanian, penyediaan air melalui sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, dan embung, serta ketersediaan pupuk dan alat pertanian. Petani di Sukoharjo, termasuk Krido Dharmo, ikut mendukung produksi. Harga jagung pipilan diperkirakan Rp7.000–Rp7.500 per kilogram, didukung permintaan kuat dari industri pakan. Pemerintah provinsi juga memberikan stimulan benih jagung hibrida melalui APBD untuk 3.200 hektare dan APBN untuk 87.867 hektare di 21 kabupaten.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.02
Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional
Berita terkait
10 Ribu Hektare Sawah di Jateng Terancam Puso, Begini Solusi Ahmad Luthfi
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 16.05
Pemprov Jateng Sokong Pangan Nasional, Ini Capaiannya di HUT Ke-81
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.57
Luas Tanam Susut Turunkan Produksi Jagung
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.40
Produksi Beras September-November 2026 Berpotensi Turun
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.26