Produksi Padi di Pidie Aceh Menurun akibat Hama Wereng Cokelat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musim panen padi gadu di Kabupaten Pidie, Aceh, menghadapi penurunan produksi akibat serangan hama wereng cokelat. Produktivitas lahan sawah anjlok 20-30% per hektare, dengan hasil panen turun dari 7-8 ton menjadi 5-6 ton per hektare di kecamatan seperti Peukan Baro dan Indrajaya. Petani resah karena biaya tambahan untuk pengendalian hama dan kualitas beras yang menurun.
Penurunan diduga terkait penggunaan benih galur atau benih ilegal yang tidak memiliki ketahanan terhadap hama karena tidak melalui uji laboratorium atau sertifikasi resmi. Selain itu, harga gabah kering panen turun dari Rp9.300 menjadi Rp7.800 per kg, diduga akibat permainan tengkulak. Kondisi ini memperburuk modal petani, terutama yang menyewa lahan.
Sebagai respons, petani di kawasan pesisir mulai beralih menanam bawang merah saat musim kemarau untuk menyiasati El Nino. Serangan hama yang berulang setiap musim tanam mengancam stabilitas produksi padi di daerah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.00
Display Varietas Padi Dorong Swasembada Pangan Bangka Selatan
Berita terkait
Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Jelang Musim Tanam, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lahan Sawah di Aceh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 18.18
Kementan Percepat Pencairan Dana Pemulihan Sektor Pertanian Aceh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 15.45
Luas Panen Susut, Produksi Padi Berpotensi Turun Sampai September 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 14.20