Prof Nuh Ungkap Cerita di Balik Layar Muktamar PBNU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prof. Mohammad Nuh, Sekretaris SC Muktamar NU ke-35, mengungkapkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem one man one vote menjadi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Perubahan dilakukan untuk mengatasi perbedaan pandangan di dalam organisasi NU pada tahun 2025 dan mempersatukan kembali opini yang beragam. Muktamar dipilih karena lebih tinggi kepentingannya daripada kepentingan para kandidat, dengan panitia yang harus tegas tidak memihak. Sistem AHWA melibatkan 9 kiai sepuh dari setiap cabang yang ditetapkan berdasarkan suara terbanyak untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum secara kolektif. Hasil pemilihan menunjukkan 73% mendukung perubahan, 27% tetap pada sistem lama. Perubahan paradigma dari personal leadership ke collective leadership didasarkan pada tantangan yang semakin rumit, menggantikan model kompetitif yang berpotensi menimbulkan konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 21.00
Inilah Daftar Nama Peraih Suara Terbanyak Pemilihan AHWA di Muktamar ke-35 NU
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.55
Resmi Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 08.23
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031 di Muktamar NU Jombang
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 07.59
BREAKING NEWS! Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Berita terkait
5 Nama Calon Ketum PBNU yang Diusulkan di Muktamar ke-35 NU
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Yenny Wahid: Kultur NU Itu Musyawarah, Bukan Chaos
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 05.49
Pesan Khusus Kiai Sepuh AHWA untuk Rais Aam KH Miftachul Akhyar
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 05.40
Soal Ketegangan di Muktamar NU ke-35, Gus Ipul Sebut sebagai Dinamika Forum
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 05.06