Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Prof Nuh Ungkap Cerita di Balik Layar Muktamar PBNU

Prof. Mohammad Nuh, Sekretaris SC Muktamar NU ke-35, mengungkapkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem one man one vote menjadi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Perubahan dilakukan untuk mengatasi perbedaan pandangan di dalam organisasi NU pada tahun 2025 dan mempersatukan kembali opini yang beragam. Muktamar dipilih karena lebih tinggi kepentingannya daripada kepentingan para kandidat, dengan panitia yang harus tegas tidak memihak. Sistem AHWA melibatkan 9 kiai sepuh dari setiap cabang yang ditetapkan berdasarkan suara terbanyak untuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum secara kolektif. Hasil pemilihan menunjukkan 73% mendukung perubahan, 27% tetap pada sistem lama. Perubahan paradigma dari personal leadership ke collective leadership didasarkan pada tantangan yang semakin rumit, menggantikan model kompetitif yang berpotensi menimbulkan konflik.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait