Yenny Wahid: Kultur NU Itu Musyawarah, Bukan Chaos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336044/original/001020300_1788095869-foto7_MNU.jpg)
Yenny Wahid menyatakan demonstrasi dan kemarahan yang terjadi di Muktamar NU ke-35 bukan merupakan kultur organisasi. NU mendorankan musyawarah sebagai cara penyelesaian perbedaan. Yenny menekankan pentingnya menerima keputusan muktamar dan tidak melampiaskan kekecewaan melalui tindakan anarkis. Ia juga menyatakan NU harus tetap netral dalam politik, menjaga jarak dari partai politik, dan fokus pada urusan kebangsaan seperti persatuan, kesejahteraan masyarakat. Terkait pembentukan AHWA, Yenny berharap para kiai yang terpilih dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih pemimpin NU.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
5 Nama Calon Ketum PBNU yang Diusulkan di Muktamar ke-35 NU
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 05.40
Pesan Khusus Kiai Sepuh AHWA untuk Rais Aam KH Miftachul Akhyar
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 05.06
Soal Ketegangan di Muktamar NU ke-35, Gus Ipul Sebut sebagai Dinamika Forum
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 04.00
Muktamar ke-35 NU, Kiai Miftahul Akhyar Ditetapkan Sebagai Rais Am PBNU
Berita terkait
Penjelasan Mekanisme AHWA, Sistem Pemilihan Ketum PBNU di Muktamar ke-35
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 07.20
Yenny Wahid: Demonstrasi dan Chaos Bukan Kultur Nahdlatul Ulama
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 23.56
Muktamar ke-35 NU, KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 23.42
9 Kiai AHWA Gelar Sidang Tertutup untuk Memilih Rais Aam NU
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 22.45