Program Bioetanol E50 Mendesak Butuh Tambah Lahan, Begini Kata Petani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan bahwa pengembangan bioetanol E50 tidak hanya membutuhkan 1 juta hektare lahan tebu dari total 2 juta hektare, tetapi juga 100 pabrik pengolahan serta investor. Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen, menekankan pemerintah daerah harus menyediakan tanah, perizinan, listrik, tenaga kerja, dan memastikan kepastian investasi. Petani khawatir rendemen tebu di bawah 7% pada musim kering, menyoroti perlu transparansi pengukuran di pabrik gula. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan penanaman tahun depan dengan tebu, singkong, dan jagung untuk mencapai campuran E50.
Bagikan
Berita terkait
Awas Rencana Besar Bioetanol Cuma Mimpi, Sosok Ini Tunjuk Akar Masalah
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.15
Pemerintah Targetkan 20 Pabrik Etanol Terbangun di 2027
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.55
Kementan Klaim RI Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.05
Investor Pasar Modal Capai 28 Juta, Wamenkeu Ingatkan Soal Penguatan Tata Kelola
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 18.00