Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Proyek Tembok Perbatasan Rp27,8 Miliar Donald Trump di Taman Nasional Big Bend Dihentikan Sementara

Pemerintahan Donald Trump menunda sementara proyek tembok perbatasan senilai US$1,7 miliar (Rp27,8 triliun) di Taman Nasional Big Bend, Texas, setelah penolakan keras dari warga dan pejabat lokal lintas partai. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) awalnya merencanakan pembangunan penghalang kendaraan, jalan patroli, penerangan, dan teknologi deteksi melintasi kawasan yang kaya keanekaragaman hayati, termasuk Ngarai Santa Elena dan Gunung Mariscal yang menuntut peledakan dinamit masif. Buldoser telah mulai meratakan tanah sejak awal bulan ini. Komisioner CBP Rodney Scott mengonfirmasi penundaan via platform X, menyatakan akan mengevaluasi lokasi secara pribadi dan berbicara dengan pemangku kepentingan.

Proyek yang dilepaskan dari puluhan undang-undang lingkungan tanpa lelang terbuka ini menarik protes bipartisan, termasuk dari 14 hakim kabupaten perbatasan Texas yang mendukung keamanan tetapi menginginkan solusi lebih praktis. Data CBP menunjukkan penangkapan migran di Sektor Big Bend hanya 9.624 kasus (Januari 2024–Juli 2026), jauh di bawah 23.080 kasus di Sektor Swanton (perbatasan AS–Kanada). Lembaga Center for Biological Diversity mengajukan gugatan ke pengadilan atas pelanggaran konstitusi dan meminta injungsi darurat.

Warga setempat seperti Bernadette Devine mengkritik besarnya anggaran dan kerusakan lingkungan, sedangkan advokat Laiken Jordahl menyebut persatuan komunitas sebagai kekuatan besar. Namun para penolak tetap waspada karena penundaan berpotensi dicabut dan belum dianggap kemenangan pasti.

Berita terkait