PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua PSI Bestari Barus mengkritik wacana pemisahan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) sebagai bentuk inkonsistensi dari DPR RI dalam pembuatan undang-undang. Ia menyatakan isu ini tidak pernah selesai dan setiap masa pemilu sering diikuti perubahan UU. Wacana pemisahan diusulkan oleh Ahmad Doli Kurnia (Golkar) untuk tiga tahap pemilu (pileg, pilpres, pilkada) agar konsentrasi pemilih tidak terbelah, pilpres dapat memiliki legitimasi lebih baik, dan beban penyelenggaraan pemilu diringankan. PKS dan PDIP mendukung usulan ini, namun PDIP menambahkan bahwa hasil pileg tidak boleh menjadi satu-satunya penentu tiket pasangan calon di pilpres.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 22.41
Sebut Pileg 'Tenggelam' oleh Pilpres, Fraksi di DPR Usulkan Pemisahan Pemilu
kumparan · 25 September 2026 pukul 14.32
Wacana Pileg-Pilpres 2029 Mau Dipisah Lagi, PSI Bicara Inkonsistensi DPR
Detik.com · 25 September 2026 pukul 08.18
PKB Setuju Opsi Pileg Dulu Baru Pilpres: Supaya Tak Muncul Calon Dadakan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.09
PAN Terbuka soal Opsi Pileg Dulu Baru Pilpres, Singgung Biaya Pemilu
Berita terkait
Golkar Usul Pileg Digelar Lebih Dulu, Hasilnya Jadi 'Tiket' buat Pilpres
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.18
Usai Ambang Batas, Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres Mencuat di DPR
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.12
PDIP: Caleg Setengah Mati di Pilpres, Padahal Cottail Effect Tak Ada
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 06.28
PDIP soal Usulan Pileg-Pilpres Dipisah: Perlu Dikaji, Dipikir Secara Matang
kumparan · 24 September 2026 pukul 17.14