Puluhan Negara WO Bikin Sidang PBB Sepi saat Netanyahu Pidato
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, namun puluhan negara memilih untuk meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza dan Tepi Barat. Delegasi dari lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia, Turki, Palestina, Eropa Latin, dan negara-negara Afrika, mengosongkan bangkuan atau tidak hadir selama pidatonya. Netanyahu menyerang kritikusnya, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani yang disebutnya sebagai figur antisemit, serta Inggris dan Prancis yang dikritik karena dukungan terbatas terhadap sanksi ekspor ke wilayah yang diduduki Israel. Ia juga membela kebijakannya dengan merujuk pada sejarah kolonial Inggris dan Prancis, sekaligus menegaskan penolakannya terhadap tuduhan genosida yang disampaikan oleh Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB pada September 2025. Sementara itu, sekitar 20 negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan sebagian negara Eropa tetap hadir atau mewakili diri di ruangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.10
Netanyahu di PBB: Semprot Wali Kota NY Mamdani-Banyak Yang Walk Out
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 05.27
Delegasi Sejumlah Negara Walk Out, Netanyahu Masih Sempat Meledek
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 20.41
77 Delegasi Walk Out Sidang PBB sebelum Pidato Netanyahu, Picu Reaksi Luas
kumparan · 26 September 2026 pukul 06.00
Kala Delegasi Sejumlah Negara Walkout saat Netanyahu Pidato di PBB
Berita terkait
Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.17
Delegasi Indonesia Ikut Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
Detik.com · 25 September 2026 pukul 06.51
Bikin Salfok! Utusan Israel Malah Sibuk Bikin 'Daftar Hitam' Negara yang Walk Out Saat Pidato Netanyahu
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 05.00
Keputusan Indonesia Walk Out Dari Sidang PBB Berujung Sindiran Menohok PM Israel
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 04.00