Pupuk Hayati Dinosaurus Hadirkan Terobosan Pembenah Tanah Berbasis Bioteknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pupuk Hayati Dinosaurus dari PT Pramudita Darya Parma diperkenalkan dalam Inagritech 2026 sebagai solusi bioteknologi untuk mengatasi degradasi tanah pertanian di Indonesia. Data menunjukkan lebih dari 40 juta hektar lahan terdegradasi, menyebabkan tanah rusak dan panen tidak stabil. Pendiri Freddy Wijaya menjelaskan bahwa tanah meskipun kaya nutrisi makro kehilangan mikroba akibat residu kimia berlebih, mengurangi produktivitas tanaman. Pupuk ini mengandung 18 mikroba yang berfungsi memecah unsur hara, menambat nitrogen, menghasilkan enzim pertumbuhan, dan melawan patogen. Penggunaannya diklaim dapat memulihkan kesehatan tanah, menekan biaya produksi, serta meningkatkan hasil panen hingga 30%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.01
Video: Gak Cuma Untuk Padi, Pupuk Hayati Bantu Produksi Sawit Naik 30%
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.08
Video: Ini Cara Pupuk Hayati Bantu Petani Genjot Produksi Padi -Jagung
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 14.23
Tingkatkan Hasil Panen Petani, Syngenta Hadirkan Inovasi Biostimulan Cuprinomat
Berita terkait
Tempuh 5.108 Km dari dari Medan-Sidrap, Inovasi Pertanian Ini Sabet Muri
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 13.49
Anjing Robot Kini Bukan Hanya Jaga Keamanan, Tapi Juga Melindungi Tanaman
JawaPos · 29 September 2026 pukul 05.30
Hadapi Perubahan Iklim, Syngenta Indonesia Pacu Inovasi Tani
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.02
Wamendagri Ribka Dorong Pemda NTT Perkuat Inovasi, Optimalkan Potensi Daerah
kumparan · 21 September 2026 pukul 22.29