Purbaya Sebut Indikator AL/DPK 'Semu' untuk Nilai LikuiditasBank
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan menghentikan penggunaan rasio AL/DPK untuk memantau likuiditas sistem keuangan, menggantinya dengan metode base money (M0). Purbaya menilai AL/DPK tidak akurat karena tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya perbankan. Ia menjelaskan base money lebih baik untuk menggambarkan likuiditas sistem keuangan, termasuk kredit perbankan. Pada Juli 2026, pertumbuhan base money mencapai 18,3%.
Purbaya juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas likuiditas. Dengan kolaborasi yang baik, sektor swasta diharapkan dapat tumbuh lebih pesat karena likuiditas perbankan tidak lagi terasa kaku.
Penggunaan base money sebagai indikator utama diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas dan akurat mengenai kondisi likuiditas, sehingga kebijakan moneter dan fiskal dapat disusun dengan lebih tepat sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 21.05
Purbaya Perpanjang Penempatan Rp 200 Triliun di Bank BUMN
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 19.42
Purbaya: Kalau Pemerintah Malas Saja, Ekonomi Bisa Tumbuh 6%
Berita terkait
Purbaya Kritik Indikator Ini: Bank Kurang Uang Saja Tak Tahu
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 22.00
Purbaya Buka-bukaan Soal Rencana Pengelolaan Duit SAL di 2027
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.20
Purbaya Pede Penempatan SAL Bisa Dorong Kredit Bank Tumbuh 20%
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.18
Laba KSEI Tembus Rp315,74 Miliar pada Semester I-2026
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 13.51