Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Ubah Strategi Hadapi Perdagangan Bebas, Kejar Ekonomi 6%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perubahan strategi Kementerian Keuangan dalam menghadapi perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA), yang sebelumnya hanya fokus pada dampak negatifnya. Strategi baru bertujuan memetakan sektor yang masih bisa diselamatkan, dikembangkan, atau menjadi mesin pertumbuhan baru demi mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 6% pada akhir 2026. Purbaya mengidentifikasi empat kategori industri terdampak FTA: industri yang harus ditinggalkan karena tidak kompetitif, industri yang bisa bertahan meski terbatas, industri yang layak mendapat dukungan dan perlindungan, serta industri baru dengan prospek tinggi seperti pusat data. Analisis mendalam terhadap dampak FTA pada setiap sektor menjadi kunci untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya.

Purbaya menekankan pentingnya pasokan energi yang memadai, terutama untuk menarik investasi industri berbasis teknologi dan digital seperti pusat data. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi pusat data di kawasan, asalkan energi tersedia secara andal. Untuk mendukung ini, pemerintah juga mempertimbangkan pengembangan sumber energi terbarukan seperti panas bumi melalui PT Geo Dipa Energi.

Di sisi lain, Purbaya melihat peluang besar dari kerja sama perdagangan dengan Uni Eropa melalui IEU-CEPA. Tren penggunaan energi hijau di Eropa menjadi peluang bagi sektor tekstil dan alas kaki Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap mengubah tantangan perdagangan bebas menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan mempercepat industrialisasi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait