Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Ungkap Alokasi Anggaran Capai Rp1.566 Triliun untuk Pendidikan, Perlinsos, dan Pangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan, perlindungan sosial (perlinsos), dan ketahanan pangan pada 2027 mencapai Rp1.566 triliun. Dari total tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan, Rp549,9 triliun untuk perlinsos, dan Rp195,3 triliun untuk ketahanan pangan. Anggaran pendidikan ini memenuhi kewajiban konstitusional sesuai UU Day 1945 yang menetapkan minimal 20 persen alokasi APBN untuk pendidikan. Program prioritas pendidikan meliputi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 22,1 juta siswa, KIP Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa, Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-PNS untuk 1,3 juta guru, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 60,6 juta penerima. Pemerintah juga akan membangun tujuh Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Anggaran perlinsos 2027 sebesar Rp549,9 triliun mengalami pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2026. Dana ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko sosial, menjaga daya beli, meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok miskin dan rentan, serta menekan angka kemiskinan termasuk kemiskinan ekstrem. Pemerintah menyatakan komitmen untuk terus memperkuat jaringan perlindungan sosial sebagai instrumen penting dalam upaya mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Untuk sektor ketahanan pangan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp195,3 triliun pada 2027, yang merupakan peningkatan sekitar 2,3 persen dibandingkan tahun 2026. Dana ini akan digunakan untuk mendukung program peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, termasuk pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare, pencetakan sawah 100.000 hektare, optimalisasi lahan pertanian 200.000 hektare, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen subsektor tanaman pangan sebanyak 23.528 unit. Pemerintah juga akan melakukan revitalisasi lahan garam seluas 616 hektare untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait