Ada Cara Hemat, Ekonom Pertanyakan Wacana Prabowo Cetak Ulang Buku Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wacana pemerintah untuk mencetak ulang buku pelajaran sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA menuai sorotan karena membutuhkan anggaran APBN yang besar. Hal ini dipertanyakan oleh ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, setelah program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan Kopdes Merah Putih juga menjadi perhatian akibat penggunaan anggaran besar.
Berly mengacu pada pengalaman era Presiden SBY, di mana pemerintah membeli hak ceta buku pelajaran yang sudah tersedia. Langkah ini memungkinkan buku dicetak dengan biaya lebih rendah dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp4.500 hingga Rp14.000. Selain itu, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah ada selama beberapa dekade dapat dimanfaatkan untuk akses digital.
Ia menyarankan agar pemerintah memanfaatkan BSE dengan memperbesar ukuran font dan mengunggahnya ke website Kemdikdasmen, sehingga tidak perlu mengalokasikan dana APBN yang besar untuk pencetakan ulang. Dengan demikian, buku pelajaran berkualitas tetap tersedia dengan harga murah, baik cetak maupun digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.55
Dari Renovasi RSUD hingga PFII, Ini 10 Langkah Besar RI di 2025
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.21
Harapan dan Capaian di Hari Jadi Ke-81 Jateng
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.15
Pengangkatan PPPK Penuh Waktu Dijamin Tak Bebani APBN
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.30
Ini Alasan Purbaya Pede Setoran Pajak Tembus Rp2.908 T di 2027
Berita terkait
Usai MBG dan Kopdes, Wacana Prabowo Cetak Ulang Buku Sekolah Hanya Pemborosan?
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 19.30
Gaji di Bawah Rp 10 Juta Bebas Pajak Penghasilan Lanjut Tahun Depan
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.37
Prabowo Minta Menkeu dan Danantara Bagi Tugas Jaga Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.31
PPPK Paruh Waktu Naik Status, tetapi Masih Banyak Teka-teki
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 04.32