Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ada Cara Hemat, Ekonom Pertanyakan Wacana Prabowo Cetak Ulang Buku Sekolah

Wacana pemerintah untuk mencetak ulang buku pelajaran sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA menuai sorotan karena membutuhkan anggaran APBN yang besar. Hal ini dipertanyakan oleh ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, setelah program besar seperti Makan Bergizi Gratis dan Kopdes Merah Putih juga menjadi perhatian akibat penggunaan anggaran besar.

Berly mengacu pada pengalaman era Presiden SBY, di mana pemerintah membeli hak ceta buku pelajaran yang sudah tersedia. Langkah ini memungkinkan buku dicetak dengan biaya lebih rendah dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp4.500 hingga Rp14.000. Selain itu, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah ada selama beberapa dekade dapat dimanfaatkan untuk akses digital.

Ia menyarankan agar pemerintah memanfaatkan BSE dengan memperbesar ukuran font dan mengunggahnya ke website Kemdikdasmen, sehingga tidak perlu mengalokasikan dana APBN yang besar untuk pencetakan ulang. Dengan demikian, buku pelajaran berkualitas tetap tersedia dengan harga murah, baik cetak maupun digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait