Pusaran Air Raksasa Lacak Aliran Sungai Kongo Sejauh 200 Km ke Samudra Atlantik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para peneliti berhasil melacak pergerakan pusaran air raksaka jenis anticyclonic eddy yang membawa air tawar dari Sungai Kongo ke Samudra Atlantik selama 49 hari. Pusaran ini berhasil mengangkut air setengah volume sungai ke laut sejauh 200 kilometer dari garis pantai. Sungai Kongo, sungai terbesar kedua di dunia dengan debit 40.000 meter kubik per detik, melepaskan air tawarnya ke Samudra Atlantik, namun penyebaran air tersebut sebelumnya belum terpeta secara rinci. Studi ini menggunakan model komputer resolusi tinggi NEMO yang dipadukan dengan pengamatan satelit dan pengukuran langsung di laut, serta dipublikasikan di jurnal Journal of Geophysical Research: Oceans. Peneliti melepas lebih dari 5.000 partikel virtual untuk melacak asal-usul air, yang terkonfirmasi berasal dari area selatan semburan sungai pada awal Maret 2016. Fenomena ini membuktikan peran penting pusaran air laut skala menengah dalam mendistribusikan air tawar, karbon organik, dan nutrisi dari daratan ke Samudra Atlantik tropis, yang sangat penting bagi ekosistem laut dan perikanan. Namun, penelitian ini hanya fokus pada satu tahun data, sehingga variasi antar-tahun masih perlu diteliti lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Bintang Laut Langka Justru Dilepas ke Laut, Selamatkan Ekosistem Hewan Nyaris Punah
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.49
16 Tahun Dampak Tumpahan Minyak Montara Belum Usai, Purbaya Janji Kawal Korban
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.00
Air Kali Bekasi Menghitam Seperti Oli Bekas, Diduga Tercemar
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.57
DLH Bogor Identifikasi Perusahaan Diduga Bikin Air Kali Bekasi Hitam Bak Oli
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.04