Limbah Radioaktif Bocor di Dasar Atlantik, Ada Temuan Mengejutkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspedisi NODSSUM menemukan lebih dari 200 ribu barel limbah radioaktif tingkat rendah dan menengah yang dibuang negara-negara Eropa di Atlantik Timur Laut antara 1949-1982. Pada kedalaman 4.000-5.000 meter, robot UlyX dan kapal selam Nautile mendeteksi korosi pada barel yang menyebabkan material radioaktif seperti kobalt-60 dan niobium-94 menyebar di dasar laut.
Temuan mengejutkan menunjukkan barel-barel tersebut menjadi 'oasis' bagi kehidupan laut. Berbagai organisme seperti anemon, spons, teripang, ikan, dan kepiting hidup di sekitar struktur limbah tersebut. Saat ini, para ilmuwan sedang menganalisis sampel sedimen dan organisme untuk memastikan apakah radionuklida telah masuk ke dalam rantai makanan atau menyebabkan toksisitas pada ekosistem laut dalam.
Bagikan
Berita terkait
Pusaran Air Raksasa Lacak Aliran Sungai Kongo Sejauh 200 Km ke Samudra Atlantik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.30
Saat Raksasa Laut Terancam di Jalur Kapal, PIS Turun Tangan Pakai Teknologi Ini
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 22.40
Perlu Jadi Perhatian! Penyimpanan Limbah Radioaktif di RI Capai 88,5%
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 13.50
Polda Banten Periksa Dugaan Pembuangan Limbah Potasium di Cikande
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.53