Rais Aam PBNU Singgung Sawah hingga Gunung Gundul, Minta Pemakmuran Bumi Jadi Kerja Nyata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memasukkan pemulihan lingkungan sebagai bagian dari tugas memakmurkan bumi. Dalam penutupan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur, pada Senin, 31 Agustus, ia menekankan pentingnya menghijaukan kembali sawah dan ladang hingga menghidupkan gunung yang telah gundul. Menurutnya, pemakmuran bumi harus menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat secara inklusif.
Miftachul menyampaikan bahwa pemakmuran tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan kebijakan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa kekayaan bumi harus dikelola untuk kepentingan umat tanpa membeda-bedakan kelompok. Selain itu, ia mengingatkan agar pembangunan tidak kehilangan nilai ibadah sebagai tujuan dasarnya.
Dalam visinya, NU akan memfokuskan tiga pijakan dalam memasuki abad kedua: pemakmuran bumi, penguatan ekonomi umat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Miftachul kembali mendapat amanah sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.02
Tutup Muktamar, Prabowo Tunggu Darmabakti NU
Berita terkait
Pimpin PBNU, Gus Kikin Ingin Kekuatan Massa NU di Akar Rumput Jaga Persatuan
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 21.30
Muktamar NU Ubah Cara Pilih Ketum PBNU, Tak Lagi Dipilih Langsung
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 15.20
Muktamar Ke-35 NU: Miftahul Akhyar Kembali Dipilih Jadi Rais Am PBNU
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 07.15
Meski Didesak Mundur, Dukungan ke KH Miftahul Akhyar Mengalir di Muktamar NU
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.16