Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rais Syuriyah PWNU Jateng Minta Aparatur Negara Tak Intervensi Muktamar NU

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh (Kiai Ubaid), menyoroti beredarnya kabar dugaan politik transaksional dan money politics dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menyampaikan keprihatinannya terkait dugaan keterlibatan sejumlah elite pemerintahan dalam pengondisian proses Muktamar tersebut. Kiai Ubaid menyampaikan pernyataannya saat membuka kegiatan Bahsul Masail di Pondok Pesantren Darussalam, Sempon, Bener, Kabupaten Semarang. Ia meminta agar Muktamar NU tetap independen dan bebas dari tekanan atau intervensi kekuasaan. Khususnya, ia meminta Presiden memastikan seluruh aparatur negara tidak ikut campur dalam proses Muktamar NU ke-35, termasuk tidak melakukan tekanan, intervensi, atau pengondisian baik atas nama Istana, Presiden, maupun pemerintah. Kiai Ubaid menilai campur tangan aparatur negara, jika benar terjadi, dapat mengganggu independensi organisasi dan merusak marwah Muktamar NU sebagai forum tertinggi organisasi. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan etika organisasi, kebebasan memilih, dan menjaga proses Muktamar dari segala bentuk tekanan politik maupun transaksi kepentingan. Pernyataan ini disampaikan di tengah beredarnya kabar dugaan praktik politik transaksional dalam proses menuju Muktamar NU ke-35. Namun, hingga saat ini, dugaan tersebut masih harus diverifikasi dan tidak boleh dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait