Rais Syuriyah PWNU Jateng Minta Aparatur Negara Tak Intervensi Muktamar NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh (Kiai Ubaid), menyoroti beredarnya kabar dugaan politik transaksional dan money politics dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menyampaikan keprihatinannya terkait dugaan keterlibatan sejumlah elite pemerintahan dalam pengondisian proses Muktamar tersebut. Kiai Ubaid menyampaikan pernyataannya saat membuka kegiatan Bahsul Masail di Pondok Pesantren Darussalam, Sempon, Bener, Kabupaten Semarang. Ia meminta agar Muktamar NU tetap independen dan bebas dari tekanan atau intervensi kekuasaan. Khususnya, ia meminta Presiden memastikan seluruh aparatur negara tidak ikut campur dalam proses Muktamar NU ke-35, termasuk tidak melakukan tekanan, intervensi, atau pengondisian baik atas nama Istana, Presiden, maupun pemerintah. Kiai Ubaid menilai campur tangan aparatur negara, jika benar terjadi, dapat mengganggu independensi organisasi dan merusak marwah Muktamar NU sebagai forum tertinggi organisasi. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan etika organisasi, kebebasan memilih, dan menjaga proses Muktamar dari segala bentuk tekanan politik maupun transaksi kepentingan. Pernyataan ini disampaikan di tengah beredarnya kabar dugaan praktik politik transaksional dalam proses menuju Muktamar NU ke-35. Namun, hingga saat ini, dugaan tersebut masih harus diverifikasi dan tidak boleh dianggap sebagai fakta yang telah terbukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.11
Kiai Ubaid Desak Presiden Larang Aparatur Negara Mengintervensi Muktamar NU
Berita terkait
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Ketua PWNU DKI Jakarta Ajak Cegah Politik Transaksional
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.50
PDIP Ingatkan Muktamar NU Fokus pada Isu Umat, Bukan Rebutan Kepemimpinan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.14
Muktamar NU: Ini Penjelasan Gus Yahya tentang Mekanisme Pengusulan AHWA
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.04
Cipasung 1994 dan Muktamar ke-35 NU: Ketika Sejarah Kembali Mengusik
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 20.02