Raja Felipe VI akan kunjungi Ceuta di tengah krisis migrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Raja Spanyol Felipe VI akan melakukan kunjungan resmi ke Ceuta sebagai respons atas krisis migrasi yang terjadi pada akhir Juli 2026. Kota tersebut, yang merupakan enklave Spanyol di Afrika Utara, mengalami arus masuk imigran sebanyak sekitar 72.000 orang dari Maroko. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko. Kunjungan ini disampaikan oleh Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas setelah pertemuan dengan Raja Felipe VI di Istana Marivent, Mallorca, pada Kamis (6/8). Raja Felipe VI juga menyampaikan dukungan, simpati, dan solidaritas kepada warga Ceuta akibat peristiwa tersebut.
Krisis ini menimbulkan berbagai dampak, termasuk laporan tewnyanya setidaknya 100 imigran. Komisi Eropa telah menyatakan bahwa penyelundup bertanggung jawab atas tragedi ini. Sementara itu, Komisi Eropa juga melaporkan bahwa migrasi ilegal turun 55 persen dalam dua tahun terakhir, menunjukkan kompleksitas isu migrasi di wilayah tersebut.
Kunjungan Raja Felipe VI ke Ceuta diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan bantuan yang dibutuhkan oleh warga kota yang terdampak krisis ini. Namun, belum diketahui kapan tepatnya kunjungan akan dilaksanakan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.21
Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Berita terkait
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.23
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20