Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para menteri dalam negeri Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk memperkuat keamanan perbatasan eksternal setelah sekitar 60.000 orang menyerbu gerbang perbatasan di Ceuta, wilayah eksklave Spanyol yang terletak di benua Afrika. Insiden ini memicu kritik dari negara-negara seperti Italia dan Finlandia terhadap kebijakan migrasi Spanyol. UE menyatakan dukungan penuh kepada Spanyol dan memberikan bantuan darurat untuk meningkatkan pengamanan perbatasan. Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, memastikan bahwa kawasan Schengen tidak terganggu oleh krisis ini. Komisioner UE untuk Urnsan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, menyatakan bahwa peningkatan keamanan yang difasilitasi oleh Frontex telah diterapkan dan siap untuk berbuat lebih banyak. Beberapa negara mencurigai sindikat perdagangan manusia menyebarkan misinformasi kepada para pencari suaka. Sejumlah ratusan anak di bawah umur dilaporkan termasuk di antara orang-orang yang menerobos masuk tersebut. Spanyol telah memulangkan sekitar 60.000 orang ke Maroko dan menyisakan 2.500 orang yang masih berada di Ceuta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 7 Agustus 2026 pukul 09.21
Raja Felipe VI akan kunjungi Ceuta di tengah krisis migrasi
Berita terkait
PM Spanyol Tegaskan Tak Ada Bukti Maroko Dalangi Krisis Migran di Ceuta
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 05.22
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
Negara di Ambang Krisis Baru, 50.000 Warga Gelar Aksi di Ibu Kota
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.35