PM Spanyol Tegaskan Tak Ada Bukti Maroko Dalangi Krisis Migran di Ceuta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan tidak ada bukti kuat bahwa Maroko mendalangi gelombang migran ke Ceuta pada Juli lalu. Laporan kepolisian Spanyol menyebutkan adanya sikap "pembiaran total" dari polisi Maroko di perbatasan, sehingga mempermudah lonjakan migran yang mencapai lebih dari 70.000 orang pada 30 dan 31 Juli. Insiden ini menewaskan puluhan orang dan memicu perselisihan di Uni Eropa.
Meskipun laporan kepolisian menyoroti kegagalan aparatur keamanan Maroko, Sanchez menyatakan belum ada bukti nyata dari lembaga kepolisian, hukum, atau internasional yang menunjukkan Maroko merencanakan insiden tersebut. Pihak Maroko membantah dan menyalahkan eksploitasi di media sosial serta penyebaran informasi menyesatkan.
Sanchez juga mengkritik pernyataan jajaran pemerintah Maroko yang menyebut Ceuta dan Melilla sebagai wilayah dengan hak "historis" dan "geografis" bagi Maroka. Ia menegaskan kedua wilayah tersebut akan tetap menjadi bagian dari Spanyol. Spanyol telah memanggil Duta Besar Maroko dan mengancam tindakan balasan terhadap Italia jika tidak mencabut pembatasan perbatasan pasca-krisis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.35
Negara di Ambang Krisis Baru, 50.000 Warga Gelar Aksi di Ibu Kota
Berita terkait
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.14
Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.21
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37