"Raja Sepatu" Nike Berdarah-darah, Laba Turun-PHK Massal Mengintai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nike mencatat penurunan laba 2% dan pendapatan 4% pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, dengan laba mencapai US$712 juta dan pendapatra US$11,2 miliar. Tekanan terbesar datang dari Greater China, di mana pendapatan anjlok 22% menjadi US$1,2 miliar. CEO Elliot Hill menyatakan perusahaan akan melakukan pengurangan jumlah karyawan untuk meningkatkan efisiensi, meski jumlah posisi yang terdampak belum ditentukan. Keputusan akan mulai diambil pada 2027 dan seterusnya, dengan janjian transparansi dari perusahaan. Nike juga memperkirakan penjualan akan turun lagi dalam kisaran persentase satu digit tinggi pada tahun fiskal berjalan. Analis menilai prospek ini buruk, saham Nike anjlok 7,1% setelah bursa. Nike berencana membangun kampus baru di Bengaluru, India sebagai investasi jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
Badan Intelijen AS Fokus pada AI dan China sebagai Musuh Utama, Ini Analisis Utamanya
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 02.20
Raksasa Otomotif "Korban China" Bakar Rp334 T Demi PHK 60.000 Karyawan
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.00
Terbesar dalam 90 Tahun, Volkswagen Siap Pangkas 100 Ribu Pekerja
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 14.14
Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.30