Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Raja Tekstil Dunia Jadi 'Korban' Perang Iran, Terancam Bangkrut Massal

Industri garmen Bangladesh, yang menjadi eksportir pakaian terbesar kedua di dunia setelah China, semakin tertekan akibat kenaikan harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026 lalu menyebabkan harga bahan bakar di Bangladesh melonjak 17,4%, sekaligus meningkatkan biaya pengiriman laut. Karena sebagian besar pasokan listrik negara bergantung pada gas alam, bahan bakar tungku, dan solar, kenaikan biaya energi ini berdampak langsung pada operasional pabrik. Survei terhadap 134 pabrik pakaian rajut menunjukkan 55% pelaku mengalami pembatalan atau pengurangan pesanan sejak akhir Agustus 2026, sementara 78% pabrik menghentikan produksi sebagian. Para produsen diturunkan margin tipis dan harus menanggung biaya ekstra akibat penggunaan pengiriman udara dan diskon khusus untuk menutupi keterlambatan.

Berita terkait