Raksasa Eropa Bahaya! Rasio Utang Meroket Tembus 121%-Bersiap Krisis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyeksi Kementerian Keuangan Prancis memperkirakan rasio utang publik mencapai 119,3% PDB pada 2026 dan 121,7% pada 2027, naik dari 115,7% pada 2025. Lonjakan ini terjadi sekaligus dengan peningkatan premi pinjaman Prancis melampaui Jerman lebih dari satu poin persentase, mencapai level tertinggi sejak krisis utang zona euro. Defisit anggaran diproyeksikan mencapai 5,4% PDB pada 2026, sementara Bank Sentral Prancis sebelumnya memprediksi defisit 5,2% pada 2025. Utang diprediksi akan mencapai puncaknya di sekitar 122% PDB pada 2028.
Premi pinjaman Prancis yang melebihi 100 basis poin menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap prospek fiskal negara dan kemampuan politik untuk melakukan penyesuaian. Setiap poin persentase premium pada pinjaman sebesar 10 miliar euro menambah beban bunga tahunan sebesar 100 juta euro. Pemerintah menyiapkan rencana penghematan 54 miliar euro untuk anggaran 2027, namun menghadapi tantangan dari parlemen yang terbelah dan tekanan sosial akibat kenaikan biaya hidup.
Dewan Uni Eropa merekomendasikan agar Prancys mengakhiri defisit berlebihnya sebelum 2029. Tantangan utama termasuk merancang kebijakan yang tahan terhadap negosiasi politik dan ketergantungan pada proyeksi pertumbuhan yang berpotensi tidak tercapai. Para investor dan pengawas fiskal menanti penjelasan kredibel mengenai stabilisasi utang dan rencana darurat jika kondisi ekonomi memburuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 22.30
Utang Terburuk Sejak 1978 Mencekik Prancis, Pemangkasan Anggaran Capai Rp1.095 Triliun
Berita terkait
Foto: Rafale hingga Pesawat A400M Prancis Singgah di Lanud Halim
kumparan · 22 September 2026 pukul 15.57
Sentimen Pergantian Menkeu Jadi Beban, Rupiah Ditutup Makin Terpuruk
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 15.26
Malapetaka Guncang Amerika, Krisis Lebih Besar dari Covid-19
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 22.00
IMF Desak Negara Pangkas Defisit, Utang Global Tembus 100 Persen PDB
kumparan · 21 September 2026 pukul 15.28