Rakyat AS Merana Trump Suka Perang, Harga Solar Mahal Banget
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga solar di AS mencapai rekor tertinggi, dengan rata-rata nasional US$5,85 per galon (Rp103.545), naik hampir 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Di California, harga bahkan mencapai US$7,70 per galon. Lonjakan ini dipicu oleh konflik bersenjata di Ukraina dan Iran yang menghambat produksi kilang serta ekspor, termasuk larangan ekspor solar Rusia dan serangan di Selat Hormuz. Para ahli memperingatkan dampak inflasi yang ditimbulkan, karena solar menjadi bahan bakar kritis untuk transportasi, industri, dan pertanian. Sekitar 8% dari permintaan global solar (28 juta barel/hari) terganggu, dengan gangguan pasok sebesar 800.000 barel/hari dari larangan Rusia dan 1,2 juta barel/hari dari gangguan di Timur Tengah. Kilang Jizan Arab Saudi juga lumpuh akibat serangan Houthi, menambah tekanan pada pasok global.
Bagikan
Berita terkait
AS Tambah 162 Ribu Lapangan Kerja
kumparan · 5 September 2026 pukul 06.11
Harga Minyak Mentah Tembus USD 94 per Barel, Tertinggi dalam Lima Pekan
kumparan · 2 September 2026 pukul 08.00
Pasar Tenaga Kerja AS Stabil, Fokus The Fed Bergeser ke Inflasi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 04.00
Bos The Fed Bikin Pasar Kaget, Suku Bunga AS Berpotensi Naik
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 22.00