Ramai di Media Sosial, Polisi Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan di Pejompongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan kelompok organisasi masyarakat (ormas) dalam kerusuhan di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 27 Agustus 2024. Kabid Humas Polda, Kombes Budi Hermanto, menyatakan perlu waktu untuk memverifikasi fakta karena banyak unggahan di media sosial yang mengandung disinformasi, provokasi, dan hoax, termasuk video lama yang tidak terkait langsung dengan aksi tersebut. Kerusuhan yang melibatkan sekitar 315 orang, dari mana 45 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan dan penganiayaan. Menurut Direktor Reserse Kriminal Umum, Kombes Iman Imanuddin, yang melakukan kerusuhan diduga berasal dari komunitas anarko dan bukan bagian dari massa aksi demo yang bubar sejak siang hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.31
Polisi: Massa Rusuh di Pejompongan Terafiliasi Anarko
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 21.52
Satu Orang Tewas Dalam Kerusuhan di Pejompongan, Polisi Belum Tahu Penyebabnya Apa
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 10.48
Polisi Masih Hitung Total Kerusakan Pasca Kerusuhan 27 Agustus Malam
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 08.32
Polisi Usut Penggerak dan Penyandang Dana Kerusuhan Demo DPR
Berita terkait
Polisi Janji usut Tewasnya Bambang Setiawan, Warga Pejompongan yang Sempat Hilang Dicari Istrinya
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 10.30
Polisi Usut Dugaan Eksploitasi Anak dalam Kerusuhan Demo DPR
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 23.59
322 Orang Ditangkap Polda Metro Jaya Terkait Demo di Depan Gedung DPR RI
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.07
Ormas Pengurai Massa Aksi Gedung DPR RI Dalam Penyelidikan Polisi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 22.04