Ratusan Organisasi hingga Tokoh Masyarakat Teken Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan organisasi dan tokoh masyarakat sipil menandatangani petisi yang mendesak pemerintah menghentikan pelibatan militer dalam ranah sipil. Petisi tersebut ditandatangani oleh 58 organisasi dan 274 individu dari berbagai elemen pada Rabu (29/7). Mereka menilai demokrasi dan kebebasan di Indonesia terancam karena militer semakin masuk ke kehidupan sosial politik, melampaui fungsi pertahanan yang diamanatkan konstitusi.
Petisi menyoroti keterlibatan militer dalam berbagai program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Satgas Penertiban Kawasan Hutan, hingga pengamanan demonstrasi. Para penandatangan menilai hal ini bertentangan dengan konstitusi karena tugas militer seharusnya hanya sebagai alat pertahanan negara, bukan untuk pembangunan atau penegakan hukum.
Lebih lanjut, petisi memperingatkan bahwa pelibatan militer yang tidak proporsional dalam fungsi non pertahanan berpotensi melemahkan profesionalisme militer. Mereka juga menyatakan bahwa militerisasi sipil telah berdampak pada kekerasan terhadap warga sipil dan mempolitisasi militer untuk kepentingan kekuasaan rezim yang berkuasa.
Bagikan
Berita terkait
Militerisasi Sipil Dinilai Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 20.10
Iran Umumkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.28
Ketika Mahfud MD Menagih Janji Demokrasi dalam Buku yang Ditulis Prabowo
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.30
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10