Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat

Kelas menengah Indonesia menghadapi tekanan berat meski menjadi tulang punggung ekonomi dan motor konsumsi utama. Kelompok ini terjepit: tidak miskin sehingga tidak menerima bantuan sosial, namun pendapatan stagnan dan gaji pas-pasan membuatnya rentan turun kelas saat guncangan ekonomi. Ekonom Prof. Didik J Rachbini (Indef/Paramadina) menilai kelas menengah tidak hanya sulit naik kelas, justru mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir.

Data LPEM FEB UI memperkuat kekhawatiran tersebut. Jumlah kelas menengah menyusut dari sekitar 60 juta orang (23% populasi) pada 2018 menjadi 52 juta orang (18,8%) pada 2023. Artinya, sekitar 8,5 juta orang keluar dari kelompok ini dan berpotensi jatuh ke kelas miskin. Fenomena ini menimbulkan risiko struktural bagi daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait