Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelas menengah Indonesia menghadapi tekanan berat meski menjadi tulang punggung ekonomi dan motor konsumsi utama. Kelompok ini terjepit: tidak miskin sehingga tidak menerima bantuan sosial, namun pendapatan stagnan dan gaji pas-pasan membuatnya rentan turun kelas saat guncangan ekonomi. Ekonom Prof. Didik J Rachbini (Indef/Paramadina) menilai kelas menengah tidak hanya sulit naik kelas, justru mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir.
Data LPEM FEB UI memperkuat kekhawatiran tersebut. Jumlah kelas menengah menyusut dari sekitar 60 juta orang (23% populasi) pada 2018 menjadi 52 juta orang (18,8%) pada 2023. Artinya, sekitar 8,5 juta orang keluar dari kelompok ini dan berpotensi jatuh ke kelas miskin. Fenomena ini menimbulkan risiko struktural bagi daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 23.09
Kata Ekonom soal Kondisi Kesejahteraan di Indonesia
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.40
HUT RI Momentum Pemkot Tingkatkan Pelayanan dan Pembangunan yang Tepat Sasaran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.03
Menilik Koperasi Awards 2026, Ini Detail Gelaran Tahun Ini
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.53
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Berita terkait
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.17
BPS: Ekonomi Tumbuh 5,29%, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.55
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 22,93 Juta Orang Per Maret 2026
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.45
Batas Garis Kemiskinan RI Naik Jadi Rp669 Ribu per Orang per Bulan
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.18