Kata Ekonom soal Kondisi Kesejahteraan di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jelang HUT RI ke-81, ekonom INDEF Didik J Rachbini menyoroti bahwa meski ada kemajuan, kesejahteraan umum di Indonesia masih jauh dari adil dan setara dengan negara lain. Pada 1998, pendapatan per kapita hanya US$455, pulih bertahap di bawah pemerintahan Habibie hingga masuk G-20 pada masa Megawati dengan pendapatan US$5.000. Namun, dibandingkan dengan Korea Selatan yang sejajar pada 1960-an, kini pendapatannya 7 kali lipat. Jumlah kelas menengah juga mengalami penurunan drastis, dari 60 juta pada 2018 menjadi 52 juta pada 2023 (18,8% populasi), sementara 8,5 juta orang turun kelas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.17
Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.02
Merdeka! Ahmad Luthfi: Semangat Kemerdekaan Harus Berbuah Kesejahteraan bagi Rakyat
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Berita terkait
Menilik Koperasi Awards 2026, Ini Detail Gelaran Tahun Ini
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 13.03
Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.00
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Ecommerce Pungut Pajak Pedagang Online Ditunda 2 Bulan
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.55