Rekaman Minta Pelecehan Tak Diviralkan Bocor, Pimpinan Ponpes di NTB Mundur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Imanuddin Sumar (Abah), pimpinan Ponpes Abul Barokat Wannafahat di NTB, mundur dari jabatannya setelah rekaman suara yang meminta kasus dugaan pelecehan seksual tidak diviralkan bocor ke publik. Rekaman hasil investigasi BBC News Indonesia tersebut mengungkap upaya Abah membujuk santri agar menarik kesaksian dan menyembunyikan bukti demi menjaga nama baik lembaga.
Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa Abah diduga menawarkan beasiswa kuliah ke Mesir kepada saksi bernama Yusron agar bukti tidak disebarkan. Selain itu, Abah juga menghubungi korban berinisial Z di Mesir untuk meminta maaf dan memohon agar tidak melapor ke polisi. Saat ini, bukti rekaman telah diserahkan ke Satreskrim Polresta Lombok Tengah.
Meski telah dilaporkan ke polisi, Abah membantah seluruh tuduhan dan menyebutnya sebagai fitnah. Ia berencana melaporkan Yusron atas pencemaran nama baik. Pengunduran dirinya diklaim bertujuan agar kegiatan belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.46
Pimpinan Ponpes di NTB Minta Rekaman Pelecehan Seksual Tak Diviralkan
Berita terkait
Orang Dekat Kuak Tabiat Betrand Peto di Tengah Isu Pelecehan: Itu Anak...
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 07.20
WN Korsel Pemilik Restoran di Surabaya Bantah Lecehkan Pegawainya
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 14.40
Kemenkum NTB Kaji Merek Kolektif Kerupuk Kulit Seganteng, Produk Lokal Menguat
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 10.37
Roy Suryo Ditanya Salah Apa Jokowi: Dia Jatuhkan Diri Sendiri
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.28