Pimpinan Ponpes di NTB Minta Rekaman Pelecehan Seksual Tak Diviralkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Imanuddin Sumar (Abah), pimpinan Ponpes Abul Barokat Wannafahat di NTB, mundur dari jabatannya setelah rekaman suara terkait dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati viral. Dalam rekaman tersebut, Abah meminta agar aibnya ditutupi demi menjaga nama baik pondok pesantren. Kasus ini mencuat setelah investigasi oleh seorang santri bernama Yusron yang mengumpulkan bukti-bukti kekerasan seksual.
Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa Abah sempat mencoba membungkam Yusron dengan tawaran kuliah di Mesir dan meminta maaf kepada korban berinisial Z agar tidak melapor ke polisi. Saat ini, bukti rekaman telah diserahkan ke Polresta Lombok Tengah. Namun, Abah membantah semua tuduhan, menyebutnya fitnah, dan berencana melaporkan Yusron atas pencemaran nama baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 September 2026 pukul 10.56
Rekaman Minta Pelecehan Tak Diviralkan Bocor, Pimpinan Ponpes di NTB Mundur
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 04.50
Info Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Bripda S Terhadap Seorang Wanita
kumparan · 23 September 2026 pukul 18.10
Pimpinan Ponpes di Lombok Mangkir dari Panggilan Polisi soal Kekerasan Seksual
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 08.30
Kakek di Aceh Barat Tersangka Pemerkosaan Cucu Sendiri
Berita terkait
Demi Usut Kebenaran Dugaan Pelecehan Betrand Peto, Ruben Onsu sampai Lakukan Ini
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 08.35
Betrand Peto Tepis Tuduhan Pelecehan Seksual: Aku Tidak Kenal Cewek Itu...
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.45
Kanwil Kemenkum NTB Ikut Sosialisasi PMPJ, Memperkuat Pengawasan Notaris
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 17.30
Hakim Bebaskan Dua Terdakwa Korupsi Lahan Sirkuit MXGP Samota di NTB
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.50