Rencana Israel Buka Tender Permukiman di E1 Tepi Barat Panen Kecaman Negara Barat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perumahan Israel membuka tender pembangunan 1.234 unit hunian permukiman baru di area E1, Tepi Barat yang didudaki, sebagian dari total 3.401 unit yang disetujui pemerintah Israel pada Agustus 2025. Langkah ini menuai kecaman keras dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan PBB yang menilainya "tidak dapat diterima" dan mengancam solusi dua negara. Negara-negara Eropa dan Kanada menyatakan keputusan ini berisiko membagi Tepi Barat menjadi dua bagian terpisah dan mengisolasi Yerusalem Timur, sekaligus menurunkan posisi internasional Israel. Batas waktu pengajuan tender ditetapkan hingga 19 Oktober 2025, tak lama sebelum pemilihan umum Israel pada 27 Oktober, yang diperkirakan sengaja dirancang agar pemerintahan mendatang kesulitan mencabut keputusan tersebut. Sementara itu, kondisi kemanusiaan terus memburuk di sejumlah desa Tepi Barat seperti Qusra dan Tell, di mana warga Palestina mengalami pengepungan, pembatasan akses lahan, dan kekerasan dari pemukim, sementara kasus kecelakaan kapal selama 8 bulan menyebabkan 442 orang tewuh dan hilang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 06.06
Kecaman ke Menteri Garis Keras Israel yang Mau Bunuh Warga Gaza Tiap Malam
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 04.00
Pelapor Khusus PBB Tegaskan Pendudukan Israel Harus Diakhiri
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 21.00
Serangan Israel Sebabkan Pengungsian Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 2023
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.50
Eropa-Kanada Ngamuk ke Israel, Marah Besar Lihat Ini
Berita terkait
Israel Pertimbangkan Rencana Pembangunan 1.670 unit Hunian Baru di Tepi Barat
VOI · 10 September 2026 pukul 15.00
Inggris Umumkan Sanksi Terhadap Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Palestina
VOI · 9 September 2026 pukul 09.00
100 Orang Tewas Akibat Serangan Pasukan dan Pemukim Israel di Tepi Barat Sejak Awal 2026
VOI · 9 September 2026 pukul 08.00
Militer Israel Diperintahkan Bersiap untuk Perang Total Melawan Otoritas Palestina
VOI · 8 September 2026 pukul 16.15