Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rencana Israel Buka Tender Permukiman di E1 Tepi Barat Panen Kecaman Negara Barat

Kementerian Perumahan Israel membuka tender pembangunan 1.234 unit hunian permukiman baru di area E1, Tepi Barat yang didudaki, sebagian dari total 3.401 unit yang disetujui pemerintah Israel pada Agustus 2025. Langkah ini menuai kecaman keras dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan PBB yang menilainya "tidak dapat diterima" dan mengancam solusi dua negara. Negara-negara Eropa dan Kanada menyatakan keputusan ini berisiko membagi Tepi Barat menjadi dua bagian terpisah dan mengisolasi Yerusalem Timur, sekaligus menurunkan posisi internasional Israel. Batas waktu pengajuan tender ditetapkan hingga 19 Oktober 2025, tak lama sebelum pemilihan umum Israel pada 27 Oktober, yang diperkirakan sengaja dirancang agar pemerintahan mendatang kesulitan mencabut keputusan tersebut. Sementara itu, kondisi kemanusiaan terus memburuk di sejumlah desa Tepi Barat seperti Qusra dan Tell, di mana warga Palestina mengalami pengepungan, pembatasan akses lahan, dan kekerasan dari pemukim, sementara kasus kecelakaan kapal selama 8 bulan menyebabkan 442 orang tewuh dan hilang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait